Selasa, 11 Agustus 2015  
  User :   Password   ENTER forget password    |    Register
Untitled Document
  HOME  
  TENTANG ASOSIASI DPLK  
  Sejarah Singkat Asosiasi DPLK  
  Visi dan Misi Asosiasi DPLK  
  Program Pokok Asosiasi DPLK  
  AD/ART Asosiasi DPLK  
  Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi DPLK  
  Anggota Asosiasi DPLK  
       
  INFO & NEWS  
  Info Asosiasi DPLK  
  Berita Investasi  
  Nilai Kurs Rupiah  
  Nilai Indeks Saham BEJ  
       
  PERATURAN DANA PENSIUN  
  Perundangan  
  Peraturan Pemerintah  
  Keputusan Menteri Keuangan  
  Surat Edaran Menteri Keuangan  
  Peraturan Pajak yg Berhubungan  
  Edaran Dari Asosiasi DPLK  
       
  EXTERNAL LINK  
  DPLK AIA Financial  
  DPLK Allianz  
  DPLK Avrist  
  DPLK AXA Financial  
  DPLK Bank Maspion  
  DPLK BNI  
  DPLK BPD Jabar  
  DPLK BPD Jateng  
  DPLK BRI  
  DPLK Bringin Jiwa Sejahtera  
  DPLK Bumiputera  
  DPLK Central Asia Raya  
  DPLK Equity Life Indonesia  
  DPLK Indolife Pensiontama  
  DPLK Jiwasraya  
  DPLK Kresna Life  
  DPLK Manulife Indonesia  
  DPLK Mega Life  
  DPLK Muamalat  
  DPLK Nusantara Jiwa  
  DPLK Sinar Mas  
  DPLK Tugu Mandiri  
  DPLK Aviva Indonesia  
  BAPEPAM & LK  
       
   
Asosiasi Dana Pensiun Gandeng OJK Adakan Program Pesangon Karyawan  
 

Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Indonesia mencatat, tingkat penetrasi program pensiun di Indonesia baru mencapai 6-7%. Angka ini dinilai masih sangat rendah. Dari 121 juta karyawan, baru tercatat 1,5 juta karyawan yang menjadi peserta DPLK.

Asosiasi DPLK dengan dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencanangkan inisiatif Program Pensiun Untuk Kompensasi Pesangon (PPUKP) yang dikelola DPLK.

Melalui PPUKP ini, Asosiasi DPLK menargetkan pengumpulan aset dana kelolaan 5 kali lipat menjadi Rp 150 triliun dari aset kelolaan saat ini dengan jumlah 5 juta peserta pada tahun 2020.

Ketua Umum Asosiasi DPLK Abdul Rachman mengatakan, PPUKP ini dianggap mampu menjadi program yang tepat dalam mendorong pertumbuhan industri dana pensiun di Indonesia.

Asosiasi DPLK menegaskan bahwa PPUKP merupakan implementasi dari Undang-Undang No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan khususnya pasal 167.

"Program ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan perusahaan atau pemberi kerja akan program pensiun yang dikhususkan untuk pembayaran kompensasi pesangon karyawan khususnya sebagai pembayaran manfaat pensin karyawan," kata Rachman saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (30/10/2013).

Dia menjelaskan, program ini juga dapat menjadi alternatif dalam merencanakan tingkat pendapatan karyawan agar tetap hidup layak di saat pensiun atau tidak bekerja lagi.

Rachman mengatakan, Indonesia akan mengalami ledakan pensiunan atau lanjut usia diperkirakan mencapai 40 juta orang pada tahun 2025 dan menjadi 71,6 juta orang pada tahun 2050.

"Saat ini masih banyak pemberi kerja yang belum mendanakan kewajiban pesangon. Pemberi kerja tidak memiliki dana cadangan untuk membayar kompensasi pesangon karyawan saat terjadi PHK," ujar Rachman.

 
 
 
Berita Lainnya :
 
Visitor :
Site Map   |    Guest Book   |    Contact Us & Send Mail   |    Webmail  
  © Copyright 2010 - design and hosting@faberhost.com