Selasa, 11 Agustus 2015  
  User :   Password   ENTER forget password    |    Register
Untitled Document
  HOME  
  TENTANG ASOSIASI DPLK  
  Sejarah Singkat Asosiasi DPLK  
  Visi dan Misi Asosiasi DPLK  
  Program Pokok Asosiasi DPLK  
  AD/ART Asosiasi DPLK  
  Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi DPLK  
  Anggota Asosiasi DPLK  
       
  INFO & NEWS  
  Info Asosiasi DPLK  
  Berita Investasi  
  Nilai Kurs Rupiah  
  Nilai Indeks Saham BEJ  
       
  PERATURAN DANA PENSIUN  
  Perundangan  
  Peraturan Pemerintah  
  Keputusan Menteri Keuangan  
  Surat Edaran Menteri Keuangan  
  Peraturan Pajak yg Berhubungan  
  Edaran Dari Asosiasi DPLK  
       
  EXTERNAL LINK  
  DPLK AIA Financial  
  DPLK Allianz  
  DPLK Avrist  
  DPLK AXA Financial  
  DPLK Bank Maspion  
  DPLK BNI  
  DPLK BPD Jabar  
  DPLK BPD Jateng  
  DPLK BRI  
  DPLK Bringin Jiwa Sejahtera  
  DPLK Bumiputera  
  DPLK Central Asia Raya  
  DPLK Equity Life Indonesia  
  DPLK Indolife Pensiontama  
  DPLK Jiwasraya  
  DPLK Kresna Life  
  DPLK Manulife Indonesia  
  DPLK Mega Life  
  DPLK Muamalat  
  DPLK Nusantara Jiwa  
  DPLK Sinar Mas  
  DPLK Tugu Mandiri  
  DPLK Aviva Indonesia  
  BAPEPAM & LK  
       
   
Tiga pemain baru ramaikan dana pensiun  
 

JAKARTA. Industri dana pensiun nasional semakin ramai dengan hadirnya tiga pendatang baru di bisnis ini. Dua di antaranya merupakan perusahaan pengelola dana pensiun secara mandiri, sedang satunya lagi dana pensiun lembaga keuangan (DPLK).

Dana pensiun mandiri ini adalah Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) Sido Muncul dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara barat. Sementara, untuk DPLK berasal dari PT Bank Mandiri Tbk. Ketiga perusahaan itu sudah resmi bergabung sejak triwulan pertama tahun ini.

"Izin sudah turun, diharapkan mereka bisa memberi stimulus bagi perusahaan lain untuk mendirikan dana pensiun demi kepedulian karyawan," kata Kepala Biro Dana Pensiun Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Mulabasa Hutabarat, kemarin.

DPLK Bank Mandiri dan DPPK BPD NTB sama-sama menyelenggarakan program pensiun iuran pasti (PPIP) bagi pesertanya. Program ini menguntungkan karena biaya relatif stabil. Selain itu, nilai hak pesertanya setiap saat mudah ditetapkan. Hanya saja, risiko investasi dan mortalitas ditanggung oleh masing-masing peserta.

Sementara, DPPL Sido Muncul menjalankan program pensiun manfaat pasti (PPMP). Dalam program ini, beban biaya cenderung lebih fluktuatif. Kendati demikian, besaran manfaat pensiunnya lebih mudah dihitung dan lebih memberikan kepastian kepada peserta.

Ketua Bidang Investasi Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (ADPLK) Nur Hasan Kurniawan mengatakan, pemain baru memang meningkatkan persaingan. Namun, itu juga positif bagi industri. "Mereka bisa membantu sosialisasi penyebarluasan manfaat pengelolaan dana pensiun ke masyarakat," tandasnya.

Selain itu, kompetisi usaha akan meningkat layanan bagi peserta. Info saja, sebelumnya sudah ada 25 DPLK dan 248 DPPK. "Peserta akan mempunyai banyak pilihan," papar Nur.

Ia menambahkan, pemerintah harus mendukung tumbuh-kembang industri dana pensiun nasional. Caranya dengan menciptakan regulasi yang saling mendukung, bukan tumpang tindih.

Contohnya, kewajiban karyawan mengiur dana ke PT Jamsostek dan PT Taspen bagi pegawai negeri sipil, atau PT Asabri untuk anggota TNI dan Polri. Menurutnya, hal itu membebani masyarakat untuk menghimpun dana pensiun dari funded system. "Ini belum ditambah dengan rencana Sistem Jaminan Sosial Nasional yang sedang digagas," katanya.

Tumbuh 17,65%

Tentu saja, pemain baru itu bakal semakin meningkatkan pertumbuhan industri dana pensiun. Asal tahu saja, sejak tahun 2007 aset industri dana pensiun rata-rata naik 17,65% per tahun. Khusus di 2010, asetnya tumbuh 15% menjadi Rp 130,6 triliun dari tahun sebelumnya Rp 113,2 triliun.

Dengan total peserta dana pensiun dari 2,40 juta di 2007, meningkat menjadi 2,55 juta di 2008, dan naik drastis menjadi 2,70 juta di 2009. “Tahun 2010 belum ada data pasti, tapi jumlahnya jauh lebih besar karena terjadi pergeseran dari peserta DPPK ke peserta DPLK,” imbuh Mulabasa. n

 
 
 
Artikel Lainnya :
 
Visitor :
Site Map   |    Guest Book   |    Contact Us & Send Mail   |    Webmail  
  © Copyright 2010 - design and hosting@faberhost.com